Korban Ingin Memukul, Sang Ibu Ingin Hukuman Mati

Siswa SMA 26 Dicabuli

Korban Ingin Memukul, Sang Ibu Ingin Hukuman Mati

- detikNews
Selasa, 04 Nov 2008 18:13 WIB
Korban Ingin Memukul, Sang Ibu Ingin Hukuman Mati
Jakarta - Hingga saat ini keluarga korban pencabulan pelatih futsal SMA 26 Jakarta masih emosional dan menaruh dendam. Hal ini disampaikan oleh Satria (nama samaran), yang begitu emosional saat menceritakan musibah yang menimpanya.

"Sejujurnya pada saat itu saya ingin memukul pelatih itu karena merasa emosi dan dendam," kata dia kepada detikcom di kediamannya, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2008).

Sejak awal Satria merasa ada yang janggal dengan pelatih futsalnya itu. Hal ini terlihat dari
sikapnya yang berbeda pada saat proses penyeleksian tim futsal di sekolahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia pernah bilang kalau jaim (jaga image) tidak akan terpilih masuk tim futsal. Semakin punya harga diri, nanti akan dikucilkan," terangnya.

Satria juga bercerita perilaku pelatihnya yang suka dengan hal-hal yang berbau pornografi.
Pada Jumat 31 Oktober lalu jam 16.00 WIB, teman-teman dan senior Satria yang berjumlah sekitar 12 orang diajak untuk ke rumah sang pelatih untuk penyeleksian tim futsal.

"Di rumahnya banyak majalah dan VCD porno," terangnya.

Ada yang tersusun rapi, tetapi juga bertebaran. Bahkan Satria mengisahkan teman-temannya juga aji mumpung menikmati suguhan majalah syur itu.

Sikap emosi juga ditunjukkan oleh sang ibu. Sang ibu yang tidak mau disebutkan namanya
menginginkan pelaku pelecehan dihukum mati.

"Hukuman mati untuk tersangka agar ada shock therapy bagi yang lain. Karena kejahatan ini lebih parah dari teroris," tandasnya.

(gah/iy)


Berita Terkait