Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng menyatakan Istana tidak main-main dengan ancaman ini. Ancaman yang dimuat di situs itu dianggap sebagai sebuah teror.
"Ini tidak bisa diangap main-main. Di negara-negara di seluruh dunia ancaman-ancaman seperti itu adalah melangar UU. Pada dasarnya adalah teror," ujar Andi di Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (4/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi menuturkan, SBY belum tahu dengan adanya ancaman ini. "Saya sendiri yang baru melihatnya. Ini adalah ulah orang-orang yang memaksakan kehendaknya kepada negara, dan ancaman kekerasan bahkan pembunuhan terhadap kepala negara. Hal-hal seperti ini yang akan kita atasi," jelas pria berkumis tebal ini.
Andi menambahkan, pengamanan terhadap SBY tetap akan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Ancaman ini, lanjut Andi juga tidak akan menggangu kinerja SBY. Pemerintahan tetap berjalan sesuai dengan jalurnya.
"Yang jelas saya sampaikan negara tidak boleh kalah dengan terorisme," tandas penggemar ikan arwana ini.
(nik/iy)











































