Hal itu dikatakan seorang rohaniawan LP, Sahlan Nashir ketika ditemui usai meninggalkan Pulau Nusakambangan, Selasa (4/11/2008).
Sahlan mengaku pernah berdebat panjang lebar dengan Muklas. Namun hingga debat usai, Muklas tetap pada pendiriannya: bom Bali adalah jihad!
"Muklas memang paling teguh dan agresif. Kalau Imam kan terkenal karena gantengnya saja," kata Sahlan sambil tersenyum ringan.
Pengurus Yayasan Masjid Daarussalaam Cilacap ini mengaku tidak mudah memperlakukan ketiga terpidana. Sebab keyakinan mereka sudah terlanjur terbentuk kokoh.
"Meski demikian, pembinaan rohani tetap dilakukan. Mereka dipisah dengan napi lain," ungkapnya.
Sahlan mengaku tidak tahu kabar ketiga terpidana mati dan belum ada jadwal membinanya. Terakhir kali, Sahlan bertemu mereka sebelum Ramadan tahun ini.
(try/djo)











































