"Kami masih menyelidiki siapa pengirim SMS tersebut," ujar Kepala Densus 88 Polda Metro Jaya Kombes Rudi Supahriadi ketika dihubungi wartawan, Selasa (4/11/2008).
Polisi belum bisa mengatakan apakah ancaman bom tersebut terkait dengan jaringan teroris Amrozi cs atau tidak. Namun, pesan yang masuk ke Call Center Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa bom yang berdaya ledak tinggi jenis TNT ini akan diledakkan di Kedutaan Besar Amerika dan Australia apabila Amrozi cs dieksekusi. Β
Meski ancaman bom tersebut tidak terbukti, tapi pengamanan di sekitar Kedutaan Besar diperketat terkait adanya ancaman bom tersebut. Dua tim Gegana Polda Metro Jaya dan kepolisian setempat diterjunkan ke tempat tersebut untuk mengantisipasi adanya ancaman tersebut.
"Memang tiga Kedubes ini (Amerika, Inggris dan Australia) rawan akan ancaman bom, jadi pengamanan kita tingkatkan di area tersebut," ujar Kepala Sub Bidang Publikasi AKBP Mahbub.
Sementara itu, peningkatan pengamanan terlihat di beberapa objek vital seperti di Kedutaan Besar, pusat perkantoran, pusat perbelanjaan, dan beberapa titik di perbatasan pintu masuk Jakarta. Selain itu, pemeriksaan terhadap mobil boks dan mini bus yang memasuki gedung-gedung dilakukan lebih intensif.
"Yang jelas dengan adanya eksekusi Amrozi cs ini, kita jangan sampai kecolongan," ujar Mahbub. (mei/asy)











































