Menurut Radihati, perbuatan Joe itu cuma ingin mengetes keberanian siswa ekskul Futsal. Joe juga membantah pernah mempermainkan alat kelamin mereka.
"Dia itu melepas baju dan pakaian hingga telanjang tapi dia membantah tidak mempermainkan alat kelamin anak didik," kata Radihati di kantornya, Jl Tebet Barat IV, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Radihati mengaku kejadian memalukan ini baru pertama kali terjadi di SMA 26. Radihati pun berharap kejadian ini tak terulang lagi karena telah mencoreng nama almamater sekolah yang ia pimpin itu.
"Meskipun pelaku bukan guru kami, tapi dia menjadi pelatih di sekolah kami. Saya langsung memanggil para pembina ekskul supaya tidak terulang," tandasnya.
Radihati mengatakan, 4 korban yang ditelanjangi tersebut sementara ini dibiarkan belajar di rumah. "Supaya tenang dulu," imbuhnya.
Katanya korban mau pindah sekolah? "Memang orangtuanya sempat ngomong seperti itu, tapi masih kita musyawarahkan jalan terbaik," jawabnya.
Pihak sekolah, lanjut Radihati, juga sudah memanggil seluruh tim Futsal. Anggota tim tidak keberatan dengan pemutusan hubungan latihan dengan Joe.
"Sedangkan untuk acara di puncak malam pengukuhan, di luar sepengetahuan sekolah dan bukan bagian ekskul," tandasnya.
Ngobrolin kasus ini lebih lanjut? Gabung di sini.
(gus/ken)










































