Aset Bersih TNI Mencapai Rp 2,2 Triliun

Verifikasi Pengalihan Bisnis TNI

Aset Bersih TNI Mencapai Rp 2,2 Triliun

- detikNews
Selasa, 04 Nov 2008 13:38 WIB
Jakarta - Tim pelaksana pengalihan aktivitas bisnis TNI (Timlak PAB TNI) telah merampungkan laporan akhir pengalihan aktivitas TNI. Timlak menemukan total aset bersih milik TNI pada akhir 2007 mencapai Rp 2,2 triliun.

"Hasil verifikasi kami itu aset Rp 1,3 triliun dan yayasan itu Rp 1,8 triliun jadi semuanya dikurangi total kewajiban Rp 1 triliun, aset bersihnya hanya Rp 2,2 triliun," ujar Ketua Timnas PAB TNI Erry Rijana Hardjapamekas dalam jumpa pers di Departemen Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2008).

Sesuai dengan tugasnya, tim ini telah menyelesaikan tugas untuk menginventarisasi, identifikasi, dan pengelompokan terhadap seluruh aktivitas bisnis TNI. Tim pelaksana PAB TNI berhasil memverifikasi 23 unit yayasan dengan 53 Perseroan Terbatas (PT).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, terdapat 1.098 unit koperasi dengan 2 PT di dalamnya dan pemanfaatan barang milik negara (BNM) yang dimanfaatkan oleh pihak ketiga yakni 1.618 bidang tanah seluas 16.544,54 hektar, tanah dan bangunan: 347 bidang tanah dan bangunan seluas 8.435,81 hektar, gedung dan bangunan: 6.699 unit seluas 37,57 hektar.

Erry menambahkan posisi keuangan yayasan dan koperasi termasuk perusahaan yang dimilikinya pada akhir 2007 sebesar Rp 1, 9 triliun untuk yayasan dan Rp 1,3 triliun untuk koperasi sehingga total aset kotor menjadi Rp 3,2 triliun.

"Hasil verifikasi timlak cukup akurat karena dilakukan dengan melalui kuosioner kepada komandan satuan," katanya.

Menurut Erry, timlak dibantu oleh 70 mahasiswa STAN dan 30 mahasiswa ITB dan UNPAD. Untuk verifikasi ke daerah tim ini juga dibantu oleh pegawai Dephan.

"Akurasinya mencapai 90 persen lebih. Kalau ada kekurangan dikit itu karena waktu pekerjaan yang terlalu cepat," katanya.

Timlak PAB TNI dibentuk April 2008. Tugasnya memberikan rekomendasi kepada tim pengarah yang diketuai oleh Menhan Juwono Sudarsono terkait pengalihan bisnis TNI. (gus/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads