"Saya baru mendapatkan telepon dari Jakarta, isinya, Bapak Menteri melarang keras semua petugas untuk arbain. Kalau masih ada yang tak patuh, laporkan, nanti bisa langsung dipulangkan," kata kadaker Madinah Kartono pada wartawan di Madinah, Senin (3/11/2008).
Larangan ini, lanjut Kartono dimaksudkan untuk menjamin pelayanan yang maksimal terhadap jamaah haji. Selain itu, jika petugasnya juga ikut arbain, diyakini akan menelantarkan jamaah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Madinah Siap Sambut jamaah
Untuk memastikan kesiapan menyambut jammah haji tahap pertama, Kartono melakukan sidak ke sektor-sektor dan pelayanan kesehatan. Hasilnya semua persiapan sudah dilakukan, sehingga saat jammah haji pertama dari Medan datang, petugas tinggal mengarahkan ke pemondokan masinhg-masing
"Saya baru dari beberapa sektor untuk memastikan agar tanggal 5 November sudah siap, ready for use. Saya sudah muter dari sektor satu, dua dan tiga dan seterusnya, dari segi kesiapan rumah, alhamdulillah, untuk Madinah ini lebih siap," kata Kartono.
Selain memastikan kesiapan pemondokan, Kartono juga melakukan pengecekan di bidang katering dan pelayanan kesehatan. Hasilnya, untuk katering sudah siap kerja, sementara pelayanan kesehatan sudah membagi di masing-masing sektor 3 dokter spesial dan obat-obatan yang mencukupi.
"Kesiapan Madinah sudah seluruhnya, kalaupun yang kecil-kecil sangat teknis, obat sudah siap, tas kloter juga sudah siap, suda distribusikan ke sektor-sektor, dapur dan katering sudah siap, Insyallah kita siap menyambut tamu Allah," tegasnya.
Meski menyatakan kesiapannya, Kartono masih merasa ada yang kurang dibidang transportasi. Selama ini setiap sektor hanya di bekali 2 mobil yangย terdiri dari satu ambulan dan satu mobil angkutan.
"Yang kurang hanya mobil, karena baru ada dua masing-masing sektor hanya ambulans dan carry. Kita inginya lebih besar satu lagi, kalau carry untuk mengangkut penumpang, idealnya ada dua carry disetiap sektor. Tapi seandainya tidak bisa solusinya masing-masing sektor ada dua motor untuk kecepatan pelayanan," pungkasnya. (yid/ken)











































