Sebuah SMS mampir ke awak redaksi detikcom pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, Senin (3/11/2008). Sudah diduga sebelumnya, SMS ini hanyalah sampah, provokasi isu.
SMS itu bertuliskan lengkap sebagai berikut: "Kami Kedubes RI di Singapura membantah ikut membantu pertemuan rahasia Taufik Kiemas, Adnan Buyung dan Ruhut Sitompul dgn para tokoh PDI-P dan donatur luar negeri di Hotel Hyatt Singapura tgl 1 Nov 2008. Pertemuan tsb murni gagasan Adnan Buyung untuk mencari dana dari para donatur luar negeri. Juga bukan Kedubes RI Singapura yg meminta keterlibatan pihak intel & Kepolisian Singapore yg mengawasi kegiatan Adnan Buyung tsb."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bantahan Ruhut tentu masuk akal. Apalagi saat ini, dia adalah caleg nomor urut 2 dari Partai Demokrat untuk Dapil III Sumut. "Pokoknya itu bukan aku. Aku merasa tersanjung disebut-sebut bersama tokoh-tokoh itu," kata dia.
Sementara ABN saat dihubungi detikcom, tidak bisa diganggu karena sedang mengikuti rapat penting. Perwakilan PDIP, Tjahjo Kumolo, juga menyatakan bahwa informasi itu hanya isu.
Tapi, apakah sebenarnya pertemuan TK dengan ABN itu memang terjadi? Jawabannya, pertemuan itu memang benar. Tapi, dalam pertemuan itu, tidak ada Ruhut Sitompul.
Seorang sumber detikcom bercerita TK bersama Megawati berada di negeri Singa sejak Rabu hingga Jumat, 29-31 Oktober 2008. Ada urusan penting. Keduanya menginap di Hotel Hyatt Singapura.
Nah, waktu bersamaan, ABN juga menginap di hotel yang sama di negeri Singa itu. Sebelum menuju Singapura, ABN mengikuti sebuah acara pertemuan advokat di Kuala Lumpur Malaysia. Dari Kuala Lumpur, ABN terbang ke Singapura pada hari Kamis (30/10/2008).
Mendengar ada TK dan Mega di hotel yang sama, ABN pun menghubungi TK melalui 'ajudan' masing-masing dan sepakat bertemu makan siang pada Jumat (31/10/2008). Dalam pertemuan sambil makan siang itu, Mega tidak ikut. Ketua Umum DPP PDIP itu memiliki acara lain.
Apa yang dibahas? Tidak ada masalah yang serius dibahas. "Keduanya membahas RUU Pornografi. TK menjelaskan mengapa fraksinya menolak pengesahan RUU Pornografi," kata sumber tersebut. Selain itu tidak ada pembicaraan serius, selain hanya ngobrol biasa.
Mengenai pertemuan dengan donatur luar negeri dan penggalangan dana? Sumber itu memastikan tidak ada pertemuan dengan para donatur. "Itu tidak benar," kata dia.
Setelah pertemuan makan siang itu, TK kemudian balik ke Jakarta pada Kamis malam. Sementara ABN masih berada di Singapura hingga 1 November 2008. (ndr/asy)











































