"Voting itu tidak ada dalam agenda. Tidak lazim dalam forum ilmiah diadakan voting," kata juru bicara Lapindo Yuniwati Teriyana di Hotel Le Meridien, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (3/11/2008).
Yuni menambahkan dalam konferensi itu terdapat satu sesi yang membicarakan masalah semburan lumpur Sidoarjo. Tim dari Lapindo telah memberikan presentasi sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuni menyatakan telah mengirimkan surat keberatan kepada AAPG. Lapindo juga telah berupaya untuk berdiskusi dengan AAPG, namun niat itu tidak pernah disambut.
Konferensi AAPG yang diadakan Oktober yang lalu, menggelar voting terkait penyebab lumpur Lapindo. Pemungutan suara tersebut menghasilkan 42 ahli geologi menyatakan lumpur Lapindo terjadi karena pengeboran, 13 ahli geologi menyatakan lumpur Lapindo terjadi karena pengeboran dan gempa di Yogyakarta, 16 ahli geologi menyatakan belum bisa menyimpulkan penyebab, serta tiga ahli geologi menyatakan lumpur Lapindo terjadi karena gempa di Yogyakarta. (nal/iy)










































