Dua kelurahan yang dihantam angin kencang disertai hujan itu yakni kelurahan Pasie Nan Tigo dan kelurahan Parupuk Tabing. Akibat kejadian itu, sebanyak 10 rumah di kelurahan Pasie Nan Tigo dan tujuh bangunan milik warga di Kelurahan Perupuk Tabing rusak. Sebagian besar atap rumah warga yang diterjang angin copot. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMG Stasiun Tabing Padang, Amarizal, ketika dihubungi detikcom, Senin (3/11/2008) mengatakan, angin kencang yang melanda kota Padang itu memiliki kecepatan antara 25-30 km/jam.
βItu bukan angin puting beliung. Saat ini, angin bertiup dari arah selatan ke arah utara. Mendekati Sumbar angin itu berbelok ke arah timur. Itu terjadi karena tekanan udara yang rendah di sekitar khatulistiwa dan membuat angin bisa kencang disertai hujan. Perubahan arah angin inilah yang terjadi di Padang kemarin,β jelasnya.
Amarizal mengingatkan agar warga tetap waspada dengan hujan dan angin kencang selama beberapa pekan ke depan.
(yon/djo)











































