Menurut Mape, koordinator aksi unjuk rasa tersebut, sangat banyak warga Papua yang diteror dan dituduh melakukan kegiatan separatis. Padahal, menurut Mape, mereka tengah memperjuangkan hak-hak asasi warga Papua. "Ada beberapa warga Papua yang ditangkap, bahkan dibunuh akibat tuduhan separatisme," ungkap Mape.
Selain tindakan represif aparat militer di Papua, massa juga meminta Undang-undang Otonomi Khusus No 21 tahun 2001 dicabut karena tidak membawa manfaat bagi masyarakat Papua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai berorasi, massa berakting memeragakan tindakan represif tentara pada warga Papua. Diiringi musik khas Papua, massa juga hanyut dalam tarian khas Papua, Waita. Setelah puas berunjuk rasa, puluhan mahasiswa tersebut kembali ke asrama mereka di jalan Lanto Daeng Pasewang, Makassar.Β
(mna/asy)











































