"Saat ini 6 orang saksi sedang diperiksa, semuanya penjaga," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (3/10/2008).
Menurut Abu Bakar, tidak ada satu orang pun yang menjadi korban tewas maupun luka dalam insiden tersebut. Hanya saja terjadi kerusakan di rumah gubernur, berupa kaca sebelah kiri rumah dan plafon yang pecah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ledakan pertama, kata Abu Bakar, terjadi di rumah dinas gubernur pada pukul 03.30 WIT. Sekitar 5 menit kemudian menyusul ledakan di kantor gubernur dan kantor DPRD.
Dari salah satu lokasi kejadian, yakni rumah dinas gubernur, polisi berhasil menemukan satu bom molotov yang gagal meledak. Setelah diperiksa, ternyata molotov tersebut tidak berbensin.
Abu Bakar juga menjelaskan, pihak kepolisian sampai saat ini belum bisa memastikan apa motif di balik insiden ledakan tersebut, apakah terkait dengan pilkada atau rencana eksekusi Amrozi Cs. Polisi juga masih menyelidiki jenis bom rakitan yang dipakai pelaku untuk mengincar tiga tempat penting pemerintahan tersebut.
"Jenis apa dari bom rakitan itu, masih dalam penyelidikan. Pelaku masih dalam pencarian. Tidak tahu ini kaitannya apa dengan Amrozi atau pilkada," ujar Abu Bakar.
(sho/iy)











































