"Kalau permintaan tebusan, sampai saat ini tidak ada. Kami lebih yakin kalau Ginga pergi bersama teman gaibnya," kata ayah Ginga, Iwan Purnama kepada detikcom, Senin (3/11/2008).
Menurut Iwan, anaknya memang memiliki kemampuan indra keenam, sehingga dapat melihat dan berkomunikasi dengan mahluk-mahluk yang kasat mata. Keperian Ginga dari rumah, lanjut Iwan, bukanlah yang pertama kalinya. Saat masih kelas 1 SMP Ginga pun sempat meninggalkan rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iwan menjelaskan, saat kecil Ginga adalah anak yang hiperaktif dan autis. Hal ini menyebabkan Ginga sulit bergaul dengan teman-temannya di sekolah.
"Mungkin mereka menilai anak saya aneh dan kalau ngobrol tidak nyambung, sehingga Ginga tidak mempunyai teman," katanya.
Meski demikian, lanjut Iwan, Ginga mempunyai IQ yang tinggi mencapai 140, hanya saja kemampuan sosialnya rendah.
Berbagai upaya telah dilakukan keluarga untuk menemukan Ginga. Selain melapor ke polisi, keluarga juga telah meminta bantuan ke orang pintar untuk menemukan Ginga. "Sudah tujuh orang pintar kita datangi, tapi belum berhasil juga," katanya. (nal/iy)











































