Aparat gabungan tersebut ditugaskan untuk penjagaan di objek-objek vital milik pemerintah maupun tempat-tempat keramaian seperti di pasar. Selain itu aparat dari polda Maluku Utara juga melakukan patroli keliling di Ternate.
Sementara terkait dengan jenis bom yang meledak, polisi mengaku masih menyelidikinya.
"Sampai saat ini polisi belum mengetahui jenis bom yang dipakai. Apakah memiliki daya ledak sedang atau besar," ujar Kabid Humas Polda Maluku Utara AKBP Sih Karno, Senin (3/11/2008).
Menurut Sih Karno penurunan petugas gabungan tersebut untuk menenangkan warga yang sebelumnya sempat panik.
"Personel yang melakukan patroli itu dalam rangka untuk menenangkan masyarakat. Kondisi keamanan sudah stabil, diharapkan masyarakat jangan takutlah," kata Sih Karno.
Petugas gabungan yang dikerahkan oleh aparat kepolisian masing-masing berjumlah sepuluh orang di setiap titiknya. Dua mobil patroli juga dikerahkan untuk memantau keadaan kota Ternate.
(ddt/gah)











































