Informasi yang dihimpun dari keluarga dan tetangga korban menyebutkan, rumah tangga Katno dan Kristianti memang sudah cukup lama tidak harmonis. Karenanya Katno, lelaki 25 tahun tersebut, selama ini lebih sering tinggal di daerah asalnya di Madiun.
Namun Katno tak tinggal diam. Dia ingin agar Aditya, anak semata wayang yang masih berusia empat tahun hasil perkawinannya dengan Kristianti, bisa hidup bersamanya. Berkali-kali usaha dilakukan namun Kristianti selalu menghalangi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada Sutinah, Katno mendesak agar Aditya diserahkan kepadanya. Namun Sutinah bersikukuh mempertahankan Aditya sesuai pesan Kristianti. Bahkan selanjutnya Sutinah membawa Aditya menjauh dari Katno.
Melihat hal itu Katno mengejar Sutinah. Setelah dekat, dia yang menghunus pisau lalu menghujamkan pisau itu ke tubuh anaknya. Setelah itu, pisau yang sama dihujamkan ke dadanya sendiri. Dua tusukan di dada bagian kiri membuat nyawa Katno melayang seketika.
Sedangkan upaya keluarga untuk menyelamatkan nyawa Aditya dengan membawanya ke rumah sakit, tak mampu menolong jiwanya. Setidaknya Aditya menerima empat tusukan yang dalam di bagian dada dan pinggang.
Jenazah Katno selanjutnya dibawa ke Lab Forensik UNS, Solo. Selanjutnya akan dibawa ke rumah keluarganya di Madiun. Sedangkan jenazah Aditya sudah dibawa pulang dari RS dr Moewardi Solo dan akan dimakamkan Senin besok. (mbr/sho)











































