Sumbangan sebesar 265 dolar tersebut diberikan Zeituni Onyango, 56 tahun. Sumbangan itu diberikan untuk mendukung kampanye keponakannya, Barack Obama, dalam pemilihan presiden (pilpres).
Meski demikian, tidak disebutkan apakah pengembalian sumbangan tersebut berkaitan dengan status keimigrasian sang bibi yang belum jelas. "Berdasarkan informasi yang kami peroleh, sumbangan tersebut telah dikembalikan," ungkap juru bicara Obama Ben LaBolt sebagaimana yang dilansir news.com.au, Minggu (2/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat AS tentu tidak akan begitu saja mempercayai isu apa pun yang menggelinding hanya berselang tiga hari sebelum pemilihan," tambah Axelrod.
Diketahui, bibi Obama yang tinggal di Boston itu hidup miskin di wilayah pinggiran Boston Selatan. Onyanga sehari-harinya harus menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan.
Rumahnya pun hanya sebuah flat sederhana yang diperuntukkan bagi mereka yang cacat atau sudah renta. Hal ini kontras dengan kehidupan sehari-hari Obama yang kini tinggal di sebuah rumah mewah senilai 1,65 juta dolar yang diperoleh dari royalti penjualan kedua buah buku memoirnya yang laku keras.
Kubu Republik, rival Obama dalam pilpres AS enggan berkomentar mengenai hal ini. "Itu urusan keluarga," komentar Mark Salter, penasihat senior John McCain, rival Obama dari Partai Republik. (alf/iy)











































