Jelang Hari H, Obama dan McCain Terus Bersaing

Jelang Hari H, Obama dan McCain Terus Bersaing

- detikNews
Minggu, 02 Nov 2008 09:57 WIB
Jelang Hari H, Obama dan McCain Terus Bersaing
Pennsylvania - John McCain dan Barack Obama terus bersaing untuk mendapatkan pemilih lebih banyak pada minggu terakhir sebelum pemilihan presiden AS.

McCain menghabiskan waktu berkampanye seharian pada hari Sabtu kemarin (31/11/2008) di Virginia dan Pennsylvania dengan tujuan mendapatkan pemilih yang lebih banyak pada Pilpres AS. Demikian yang ditulis Reuters, Sabtu (1/11/2008).

Biasanya daerah Virginia lebih condong pada kandidat Republik, tetapi tampaknya kali ini lebih condong pada Obama yang berasal dari Partai Demokrat. Sementara untuk daerah Pennsylvania, McCain berusaha untuk mencuri para pemilih dari Partai Demokrat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Obama masih merasa nyaman dengan hasil poling yang menyatakan dia masih sebagai pemenang di berbagai negara bagian. Obama juga berusaha untuk menang di tiga negara bagian yang tadinya dimenangkan Bush pada pemilu 2004, yaitu, Nevada, Colorado dan Missouri.

Pemilihan Presiden AS akan diadakan pada Selasa (4/11/2008) di seluruh Negara bagian Amerika dan di distrik Columbia. Dipastikan, calon yang mendapat 270 suara elektoral akan memenangkan kursi ke Gedung Putih.

Jika terpilih, Obama yang berusia 47 tahun, akan menjadi presiden kulit hitam pertama di Amerika. Sedangkan McCain yang berusia 72 tahun bila terpilih akan menjadi presiden tertua Amerika pada masa jabatan pertama.

Bila poling saat ini akurat dan tidak berubah saat hari pemilihan, maka Obama akan menang, kemungkinan dengan selisih yang cukup banyak.

Namun kubu McCain juga melihat tanda-tanda harapan dari polling mereka sendiri yang juga berasal dari polling masyarakat.

"Tidak ada keraguan bahwa McCain membuat suatu kenaikan" ujar salah seorang pendukung McCain, John Zogby.

McCain juga akan tampil pada pertunjukan komedi di di stasiun TV NBC dalam acara 'Saturday Night Live'. Ini akan jadi kesempatan terakhir McCain untuk membujuk rakyat AS.

(rdf/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads