Hasil pantauan wartaan detikcom Muhammad Nur Hayid, saat ini baru daerah dalam Masjidil Haram yang terletak disekitar ka'bah yang sudah terisi para tamu Allah. Sementara, untuk daerah dalam masjid dan luar bangunan masjid masih terlihat longgar.
Meski masih longgar, Masjidil Haram tak pernah sepi dari para jamaah yang melakukan thawaf. Tak jarang setelah thawaf, terjadi antrean panjang untuk bergantian mencium hajar aswad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan di Masjidil Haram, situasi Masjid Nabawi di Madinah terlihat agak ramai. Para panitia penyelenggara haji dari berbagai negara seperti India, Turki, Pakistan, Malaysia, Thailand dan lainnya mulai berdatangan.
Mereka memanfaatkan masa-masa kosong sebelum kedatangan jamaah mereka dengan mengejar salat arbain (salat 40 waktu berjamaah di Masjid Nabawi), berdoa di Raudhoh (tempat musjabah, yang berada di antara makam rasulullah dan mimbar rasulullah) serta menziarahi makam Nabi Muhammad SAW.
Akibat aktivitas yang bersamaan inilah, suasana di Masjid Nabawi terlihat padat setiap hari. Ratusan asykar yang berjaga mulai dibantu oleh tentara Arab saudi berseragam lengkap dengan senjata. Mereka selalu membatu laskar untuk membersihkan lokasi raudhoh bagian belakang setiap usai salat fardu.
"Ini ditutup untuk memberikan kesempatan bagi jamaah perempuan untuk berdoa di raudoh," kata salah seorang askar pada detikcom.
Labbaikallahumma labbaik.... (yid/asy)











































