Namun, hingga Sabtu (1/11/2008) malam, kepastian waktu eksekusi terhadap ketiga terpidana itu masih belum jelas. Setelah sempat dikabarkan eksekusi akan dilakukan malam ini juga, saat ini muncul kabar bahwa Amrozi cs akan dieksekusi pada Minggu (2/11/2008) atau Senin (3/11/2008) dini hari.
Hingga saat ini, persiapan terhadap eksekusi Amrozi cs ini terus dilakukan. Pemantauan keamanan oleh polisi dan aparat lainnya terus dilakukan lebih intensif di Cilacap. Polisi juga memperketat pengamanan akses menuju LP Nusakambangan, termasuk dermaga Wijayapura. Sejumlah wartawan sempat 'diamankan' ketika akan nekat menyeberang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah anggota polisi saat ditanya mengenai helikopter itu mengaku tidak tahu saat ditanya apakah heli itu untuk mengangkut jenazah para pelaku bom Bali I itu. Yang jelas, helikopter itu disiagakan belum lama ini, bersamaan dengan pengetatan keamanan di Cilacap.
Indikasi bahwa pengangkutan jenazah Amrozi cs dari Nusakambangan ke daerah masing-masing dengan menggunakan heli semakin jelas. Selain disiapkannya heli di Bandara Tunggul Wulung, sebuah helipad darurat juga telah disiapkan di sebuah lapangan di Dusun Bango, Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Lamongan.
Lapangan yang terletak sekitar 1 KM dari Tenggulun, kampung halaman Amrozi dan Muklas, itu baru saja dilengkapi dengan tanda 'H'. Diduga kuat bahwa jenazah Amrozi dan Muklas nanti akan diturunkan dari heli di tempat ini, sebelum kemudian diserahkan kepada keluarganya. (rdf/asy)











































