Arena judi tersebut mengelabui petugas dengan kedok upacara adat suku dayak. Berdasarkan pantauan detikcom, saat kedatangan aparat di arena judi,alunan musik upacara adat yang mengalun terdengar dari jarak sekitar 100 meter.
Melihat kedatangan aparat,puluhan orang pemain judi langsung lari berhamburan ke tengah hutan. Melihat situasi demikian, ratusan polisi pun langsung melakukan pengejaran. Namun demikian, beberapa diantara pemain judi tiba-tiba menyerang aparat dengan senjata tajam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bongkar arena judi mereka," kata Wakapoltabes Samarinda AKBP Hadi Purnomo kepada detikcom di lokasi kejadian.
Warga yang berada di sekitar arena judi resah akibat aktivitas perjudian yang sudah berlangsung lama. Mereka enggan membubarkan menyusul ancaman senjata tajam para penjudi.
"Kalau malam hari,sering buat ribut," kata Warjo, salah seorang warga.
Pantauan detikcom, arena judi tersebut dilakukan di dalam dan di luar rumah salah seorang warga dengan mendirikan tenda berukuran 10x4 meter. Tidak berhasil menangkap satu pun penjudi, aparat menyita peralatan judi berupa ayam, kupon putih, dan dadu.
Sementara Kasat Reskrim Poltabes Samarinda Kompol Yusep Gunawan saat dikonfirmasi detikcom menegaskan, para penjudi sebelumnya sudah diperingatkan untuk menghentikan kegiatannya meski berupaya mengelabui petugas dengan menyebutnya upacara adat. Menurut informasi yang dihimpun kepolisian, lanjut Yosep, omzet judi mencapai ratusan juta rupiah.
"Yang datang bermain tidak hanya warga Samarinda, tapi juga ada warga Bali dan WNA Malaysia," pungkas Yosep.
(gah/rdf)











































