Gerebek Judi, Polisi Samarinda Diserang dengan Senjata Tajam

Gerebek Judi, Polisi Samarinda Diserang dengan Senjata Tajam

- detikNews
Sabtu, 01 Nov 2008 17:03 WIB
Samarinda - Arena judi internasional di Jl Joyo Mulya Desa Lempake Kecamatan Samarinda Utara, Sabtu (1/11)sekitar 16.00 Wita digerebek polisi. Para pemain judi yang tak terima, sempat melakukan perlawanan dengan senjata tajam.

Arena judi tersebut mengelabui petugas dengan kedok upacara adat suku dayak.Berdasarkan pantauan detikcom,saat kedatangan aparat di arena judi,alunan musik upacara adat yang mengalun terdengar dari jarak
sekitar 100 meter. Melihat kedatangan aparat,puluhan orang pemain judi langsung lari berhamburan ke tengah hutan.

Melihat situasi demikian,ratusan polisi pun langsung melakukan pengejaran. Tak diduga, beberapa penjudi malah menyerang aparat dengan tiba-tiba.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat kondisi itu, polisi pun balik menyerang dan mengejar warga yang bersenjata tajam itu. Beberapa kali, polisi melepaskan tembakan ke udara. Namun para penyerang itu berhasil kabur dari kejaran polisi.

''Kita bongkar arena judi mereka,'' kata Wakapoltabes Samarinda AKBP Hadi Purnomo kepada detikcom di lokasi kejadian.

Warga yang berada di sekitar arena judi resah akibat aktivitas perjudian yang sudah berlangsung lama. Mereka enggan membubarkan menyusul ancaman senjata tajam para penjudi. ''Kalau malam hari, sering buat ribut,'' kata Warjo, salah seorang warga.

Pantauan detikcom, arena judi tersebut dilakukan di dalam dan di luar rumah salah seorang warga dengan mendirikan tenda berukuran 10x4 meter. Tidak berhasil menangkap satu pun penjudi,aparat menyita
peralatan judi berupa ayam,kupon putih dan dadu.

Sementara Kasat Reskrim Poltabes Samarinda Kompol Yusep Gunawan saat dikonfirmasi menegaskan, arena judi tersebut sebelumnya sudah diperingatkan untuk dihentikan meski berupaya mengelabui petugas dengan menyebutnya hanya upacara adat. Menurut informasi yang dihimpun kepolisian, lanjut Yosep, omzet judi mencapai ratusan juta rupiah.

''Yang datang bermain tidak hanya warga Samarinda, tapi juga ada warga Bali dan WNA Malaysia,'' pungkas Yosep. (ken/ken)


Berita Terkait