"Tujuannya bukanlah untuk mencari sensasi, membangkit-bangkit, menghidup-hidupkan komunisme tetapi lebih didorongkan oleh kepentingan akademis," kata Direktur Komunitas Bambu JJ Rizal saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (1/11/2008).
Rizal mengatakan, kebanyakan buku-buku yang diterbitkan Komunitas Bambu merupakan kajian akademis dan disasar sebagai bahan bacaan akademis. "Penampilan gambar itu karena buku itu memang membahas si tokoh dan pemikirannya sehingga pembaca dengan melihat gambar itu akan lebih kuat dalam mendapatkan imajinasi historis tentang si tokoh," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Rizal, kini buku-buku itu telah ditarik dari peredaran. Namun penarikan tidak dilakukan serentak karena Gramedia perlu berkoordinasi dengan seluruh toko di Indonesia. (ken/gah)











































