"Kalau diizinkan, keluarga inti dan pengacara akan ke LP Batu (pada) Senin. Insya Allah dia (Paridah) mau datang. Mungkin tiba di Indonesia, Minggu. Jadi tergantung tiketnya," kata kuasa hukum Muklas, Achmad Kholid kepada detikcom, Sabtu (1/11/2008).
Paridah dan 3 putranya yakni Zaid (15), Usamah Ali Ghufron (5) dan Chubaib (8) sebelumnya sempat mengunjungi Muklas pada 22 Oktober 2008. Paridah mengaku tidak takut terhadap eksekusi mati sang suami.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kholid mengaku hingga kini belum diberitahu seputar jadwal eksekusi. "Sampai saat ini belum ada kabar dari para terpidana. Kalau para terpidana dieksekusi tanpa pemberitahuan kepada kami, ya terserah saja. Kita nanti tinggal pikirkan langkah hukum selanjutnya," papar dia.
"Menurut saya riskan jika dieksekusi tanpa pemberitahuan, kan menyangkut ke Pemilu 2009. Jika tidak dilakukan sesuai prosedur ini merugikan suara SBY. Sebab, jaksa agung sebagai kaki tangan pemerintah," lanjut Kholid.
Menurut dia, Muklas tidak pernah membahas masalah kematiannya. "Kalau bertemu, dia tidak pernah bicara mau dimakamkan di mana, apa didampingi rohaniawan atau tidak. Itu nggak pernah dibahas," kata Kholid. (aan/gah)











































