Petra: Tak Kampanye Pilih Saya

Bule Jerman jadi Caleg

Petra: Tak Kampanye Pilih Saya

- detikNews
Jumat, 31 Okt 2008 19:00 WIB
Petra: Tak Kampanye Pilih Saya
Denpasar - Petra Odebrecht (41), seorang WNI kelahiran Jerman ini telah sukses tercatat sebagai daftar caleg tetap (DCT). Dalam kampanyenya, ia tak akan mengajak orang untuk memilihnya melainkan lebih mempopulerkan partainya, yaitu Partai Demokrasi Pembaruan (PDP).

Petra tercatat sebagai caleg nomor 5 untuk PDP daerah pemilihan Bali. Dari delapan caleg, empat orang di antaranya adalah perempuan.

Setelah ditetapkan alam DCT sebagai caleg daerah pemilihan Bali, Petra telah menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi pemilihan 2009. Diantaranya, dia telah membuat bendera PDP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya saja ia belum mengetahui model kampanye yang akan dilakukannya. Bahkan, ia belum mengetahui jumlah uang yang akan dipersiapkan untuk menghadapi Pemilu 2009. "Model kampanye menunggu keputusan DPP PDP pada rapat pembekalan di bulan November. Desember kita mulai kampanye. Nanti akan ada tugas karena kita ada
dalam satu grup (daerah pemilihan Bali), kita sama-sama kampanye ke desa-desa, kabupaten," katanya.

Namun, ia lebih memilih cara yang agak berbeda dengan caleg lainnya saat kampanye nanti. Ia akan melakukan melakukan kampanye mengajak masyarakt untuk memilihnya. "Saya belum ajak orang untuk pilih saya. Saya akan kampanye untuk memberikan pengetahuan tentang ideologi PDP," kata Petra yang telah 20 tahun menetap di Indonesia.

Rupanya Petra telah percaya diri menjadi caleg meskipun dari partai yang baru saja berdiri tiga tahun lalu ini. PDP didirikan oleh tokoh politik yang kecewa dengan PDIP. Dukungan dari berbagai pihak telah mengalir kepadanya. "Saya banyak mendapat dukungan dari teman-teman, yaitu warga Indonesia yang kawin dengan
ekspatriat," ujarnya.

Sebagai orang bule pertama yang menjadi caleg di Indonesia, Petra tidak mengalami kesulitan saat mengurus semua persyaratan. "Tidak ada kesulitan saat mengurus persyaratan caleg mulai dari desa sampai ke Polda. Hanya saja banyak orang terkejut dan kaget tetapi respon mereka nice," tuturnya.

(gds/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads