"Bisa saja, karena popularitas Sri Sultan Hamengkubuwono X sampai saat ini masih sangat menjanjikan dalam mengikuti proses pemilihan capres dan cawapres tahun 2009. Apalagi setelah mendeklarasikan diri untuk mengikuti pilpres, ia tidak menetapkan
harga mati terhadap posisi yang akan diraih," kata Pengamat politik Lili Romli kepada detikcom per telepon, Jumat (31/10/2008).
Menurut Romli, persamaan peristiwa yang dialami Jusuf Kalla pada Pilpres tahun 2004 bisa terulang lagi terhadap raja Jawa ini. Ada 2 persamaan yang terjadi pada JK dan Sultan yaitu pada awalnya sama-sama tidak didukung oleh Golkar dan bila tetap tidak didukung oleh Golkar ditakutkan menjadi bola liar yang bisa jadi diambil oleh partai lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk tidak terulang hal yang sama, sebaiknya golkar telah memiliki satu suara untuk calon pada pemilu mendatang," kata Romli. (ron/iy)











































