"Demokrat terpaksa untuk naik dari 15 persen ke 20 persen kursi sebagai sesaji politik untuk Golkar dan PDIP untuk turun," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum saat diskusi Dialektika Demokrasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (31/10/2008).
Menurut Anas, meski sudah berkompromi ke angka 20 persen kursi atau 25 persen suara, Partai Demokrat tetap menganggap besaran syarat dukungan tersebut memperkecil kemungkinan bagi munculnya calon presiden alternatif.
"20 persen kursi dan 25 persen suara harus diakui kurang ramah terhadap pluralitas politik kita dan munculnya calon presiden alternatif," ujar Anas.
Lebih lanjut Anas menambahkan, meski syarat dukungan 20 persen kursi dan 25 persen suara akan mengerucutkan ke 3 sampai 4 pasang calon. Namun kemungkinan lain masih tetap terbuka.
Β
"Bisa 3-4 atau bisa juga head to head, tergantung pola koalisi," pungkasnya. (lrn/ken)











































