Sekitar 300 ratus massa JAT yang sebagian besar adalah remaja mendatangi Mapolwil Surakarta di Jalan Slamet Riyadi, Jumat (31/10/2008) siang. Mereka berbaris memenuhi jalur lambat depan Mapolwil. Sebagian besar dari mereka mengenakan seragam bela diri santri putra Al-Mukmin Ngruki.
Dalam orasi-orasinya massa JAT mengecam dan menolak keras rencana pemerintah mengeksekusi mati Amrozi Cs yang akan dilakukan pada awal November. Menurut mereka, Amrozi Cs bukan teroris melaikan para mujahid yang memperjuangkan penegakan hukum Islam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, usai sholat Jumat di Masjid Salamah, Tipes, Solo, Amir JAT Abu Bakar Ba'asyir juga menyatakan sikap menolak pelaksanaan eksekusi mati terhadap Amrozi Cs karena dinilai bertentangan dengan hukum Islam dan juga dinilai melanggar prinsip dasar hukum UUD 1945 Pasal 28 (1) dan Pasal 1 KUHP.
Jika eksekusi dilakukan maka Pemerintah dinilai melakukan pembunuhan tanpa alasan yang benar karena Ba'asyir tetap berkeyakinan Amrozi Cs bukan pelaku peledakan di Bali pada 12 Oktober 2002 tersebut. Karena itu Ba'asyir dan JAT menyatakan berlepas diri dari keputusan eksekusi tersebut. (mbr/djo)











































