"Ada referensi, dalam bentuk surat dan isinya sangat urgent dari Pak Fahmi Idris," kata Pieter usai mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (31/10/2008).
Dia menyebut, karena itulah kliennya itu bisa mlus melaksanakan proyek balai latihan kerja (BLK) senilai Rp 9 miliar antara lain di Serang dan Lampung. "Saat itu memang mendesak," imbuhnya.
Β
Vaylana meninggalkan KPK sekitar pukul 14.30 WIB, saat ditanya, tidak ada komentar yang dikeluarkan. Dia hanya terus melangkah masuk ke mobil tahanan.
Β
"Pemenang tender memang ditunjuk langsung oleh Pk Taswin Zein (mantan Kepala Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Inovasi Direktorat Produktivitas Depnakertrans), tapi juga ada referensi dari Pak Fahmi Idris," tandasnya.
Β
Proyek Depnakertrans itu dilakukan pada 2004 lalu, dengan total Rp 35 miliar. Proyek ini dibagi rata ke 5 perusahaan melalui penunjukan langsung.
(ndr/ken)











































