"Kita prihatin dangan perpecahan yang terjadi di Palestina. Perpecahan hanya akan menguntungkan kekuatan pendudukan," kata Menlu Hassan Wirajuda usai membuka Konferensi Internasional untuk Membantu Palestina di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Jumat (31/10/2008).
Hassan mencontohkan apa yang dialami Indonesia di masa penjajahan Belanda. Politik devide et empera yang diterapkan negeri kincir angin itu dengan efektif berhasil melemahkan kekuatan Indonesia dalam menghadapi musuh dari luar. Perpecahan yang terjadi di Indonesia membuat Belanda lebih mudah dalam menaklukkan perlawanan-perlawanan antipenjajahan yang muncul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai wujud konkret dari upaya bantuan ke Palestina, pemerintah Indonesia akan memberikan pelatihan kepada seribu warga Palestina di Indonesia. Pelatihan yang diberikan bermacam-macam dengan melibatkan berbagai departemen di pemerintahan dan
lembaga-lembaga swasta. Tujuannya adalah untuk membangun kapasitas (capacity building) warga Palestina dalam rangka mempertahankan eksistensi negara mereka.
"Misalnya, Departemen Pekerjaan Umum akan memberikan pelatihan di bidang konstruksi," kata Hassan mencontohkan.
Hassan yakin, pelatihan tersebut akan membawa manfaat bagi warga Palestina. (sho/gah)











































