"Kita sudah ada negosiasi. Sekarang makanan disediakan secara prasmanan dan tepat waktu," ujar Direktur Pengelolaan Badan Penyelenggaraan Ibadah Haji Depag Abdul Ghafur Djuwahir, dalam jumpa pers di Gedung Depag, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Jumat (31/10/2008).
Abdul menjelaskan sistem prasmanan itu dipakai karena konsumsi yang dibutuhkan bisa tersedia 24 jam. Depag juga mendapatkan harga yang lebih murah dari delapan katering penyedia konsumsi jemaah haji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Delapan penyedia katering itu adalah Andalus, Al Jabir, Al Ikhwan, Mohsen Al Amoudi, Al Lehaibi, Al Munief, Al Andalus, dan Syaukah Dzahbiah.
Sedangkan masalah pemondokan, imbuh dia, ada 565 gedung pemondokan yang disediakan untuk 210 ribu calon jemaah haji (CJH)). Namun, pemondokan kali ini agak jauh dari Masjidil Haram, karena halaman masjid tersebut sedang direnovasi.
Untuk transportasi, Depag menyediakan 600 bus yang akan berangkat setiap 15 menit.
Masalah kesehatan, Departemen Kesehatan (Depkes) telah menyediakan 1.479 petugas medis. Pada saat keberangkatan, akan disiapkan 3 orang petugas medis pada setiap pesawat.
"Namun karena ada masalah pemondokan yang jauh, Depkes meminta petugas tambahan dan kita setujui sebanyak 25 orang," tutur Abdul.
210 Ribu CJH Indonesia akan diberangkatkan dalam 493 kelompok terbang (kloter) pada 11 embarkasi. 11 Embarkasi tersebut adalah Aceh Medan, Batam, Padang, Palembang, Jakarta, Solo, Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan, dan Ujungpandang.
Mereka akan diberangkatkan serentak mulai 5 November 2008, kecuali embarkasi Padang yang berangkat mulai 6 November 2008.
(nwk/iy)











































