"Saya kira itu masing-masing, jalannya sendiri-sendiri," ujar Mendagri Mardiyanto di Istana Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (31/10/2008).
Menurut Mardiyanto, secara umum hal yang mengganggu pencalonan Sultan sebagai capres tidak ada. "Wong ada norma dan aturannya. Ada tahapan-tahapannya, ya kita ikuti saja," jelas mantan gubernur Jawa Tengah ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sultan menyatakan kesiapannya menjadi capres di depan ribuan rakyat Yogyakarta yang hadir dalam acara Pisowanan Agung di Alun-alun Utara Keraton DIY, Selasa 28 Oktober 2008 lalu.
"Saya tidak tahan dengan penderitaan masyarakat, rakyat tetap miskin dan menganggur. 10 Tahun reformasi tidak ada perubahan fundamental yang mengubah bangsa ini untuk maju, sejahtera dan pemerintah yang akuntabel," begitu alasan Sultan yang dilontarkan saat acara Pisowanan Agung.
(nik/iy)











































