"Sudah dicabut sejak kemarin," ujar Ketua Umum PKS Tifatul Sembiring melalui pesan singkat kepada detikcom, Jumat (31/10/2008).
Namun Tifatul membantah, jika pencabutan iklan tersebut karena desakan Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama. Menurut Tifatul, alasan pencabutan tersebut berdasarkan keinginan PKS sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pria berjanggut ini juga menolak jika iklan tersebut dianggap iklan kampanye. Bagi partainya, iklan tersebut dibuat karena ingin memperingati 100 tahun kebangkitan nasional dengan menampilkan tokoh-tokoh nasional.
"Itu bukan iklan kampanye, itu iklan peringatan 100 tahun hari kebangkitan nasional," pungkasnya.
(mad/iy)











































