"Tuh liat genting-genting rumah dirusak, dibuang-buang," ujar Lisa (40) salah satu anak perempuan Prapto kepada detikcom, Kamis(30/10/2008) malam.
Ia menyayangkan adanya aksi pengrusakan oleh petugas eksekusi dari Ditjen pajak. Aksi ini sontak mengundang reaksi warga sekitar Komplek Perumahan Dinas Pajak, Kemanggisan, Jakarta Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lisa menceritakan, sejak pagi pukul 6.30 WIB sudah nampak orang yang mengendarai sepeda motor lalu-lalang di depan rumahnya. Sekitar pukul 08.00 WIB petugas Ditjen pajak datang memaksa Lisa untuk mengosongkan rumah. Karena memaksa bertahan, petugas akhirnya memutuskan aliran listrik rumah. Tidak cuma itu, beberapa petugas juga langsung memecahkan genting atap rumah.
Eksekusi sempat tersendat karena beberapa warga sekitar ikut membantu Lisa 'mengamankan' rumah. Adu mulut antara petugas Ditjen Pajak dan penghuni rumah tak terhindarkan. Untuk meredam suasana Kapolsek Palmerah, Kompol M Yusuf pun datang turun tangan. Tadinya Petugas meminta Prapto untuk menandatangani surat pengosongan rumah esok hari, namun ditolak.
"Kita saling percaya saja, besok saja," ujar Prapto saat meninggalkan rumahnya sekitar pukul 22.45 WIB.
Melihat sang pemilik rumah sudah pergi, tak lama petugas Ditjend Pajak membubarkan diri. Hingga saat ini Lisa dan beberapa saudara masih bertahan di dalam rumah. sedangkan ayahnya Prapto diungsikan ke salah satu rumah anaknya di Jalan Senopati. Puluhan warga sekitar dan petugas kepolisan dari Polsek Palmerah, Jakarta Barat juga masih berjaga-jaga.
Dari informasi yang dihimpun detikcom di lokasi, kemungkinan eksekusi akan dilanjutkan pagi ini, Jumat 31 Oktober. Pengosongan ini juga akan dilakukan pada rumah-rumah lainnya di Komplek Perumahan Ditjen Pajak, Kemanggisan, Jakarta Barat. (ape/mok)











































