Dikawal polisi berpakaian preman, Sainan alias Entong tiba di lokasi Kamis (30/10/2008) sekitar pukul 15.00 WIB. Tanpa diberi aba-aba, warga yang berkerumun pun langsung meneriaki suami Atikah, korban mutilasi.
"Huuuuu...," seru ribuan warga yang berada di lokasi.
Berkemeja coklat, dengan karton bertuliskan tersangka, Sainan hanya tertunduk. Sebelumnya petugas melalui pengeras suara meminta agar warga tertib.
"Saya ingin dia dihukum berat," ucap kerabat Atikah, Leni di lokasi. (ndr/ken)











































