"Bau busuk menembus lubang hidung saya, saya muntah dan meludahkannya ke dalam serbet," ujar Jessica Whyte seperti ditulis Daily Telegraph yang dilansir, Reuters, Kamis (30/10/2008).
Pihak bar menyangkal kalau mereka memberikan kotoran manusia kepada Whyte.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koki dan manajer bar sukarela meminta diadakan tes DNA untuk membuktikan mereka tidak bersalah.
Kedua pihak menuduh ada unsur uang dalam kejadian ini. Whyte menegaskan mereka ditawari
sebesar US$ 5 ribu oleh General Manager bar Tony William, agar tutup mulut. Sedangkan pihak bar menuduh Whyte meminta US$ 1 juta sebagai ganti kerugian yang mereka alami.
Hal ini tak urung membuat Menteri Pangan Australia Ian Macdonald turun tangan. Macdonald membenarkan bahwa ada feses manusia ditemukan dalam es krim coklat.
Macdonald juga berniat mendamaikan pihak bar, dan Steve Whyte dan istrinya Jessica yang 'merasakan sakit' setelah memakan es krim itu.
Analisa DNA, imbuh dia, sedang dilakukan polisi dan pengawas makanan untuk menentukan bahwa feses yang ditemukan berasal dari hewan atau manusia. (did/nwk)










































