nasional, bukan upaya menggembosi koalisi partai itu dengan pemerintahan SBY-JK. Namun lebih pada upaya kaderisasi partai, tokoh nasional, dan lokal.
"Ini bukan untuk menghantam SBY, ini terkait fungsi partai untuk lakukan regenerasi kader dan regenerasi pemimpin nasional, sehingga ini tanggung jawab kita dan kita siap melakukan itu," kata Ketua Umum Gema Keadilan Rama Pratama yang juga sebagai kader PKS ini di sela-sela diskusi Revitalisasi Gerakan Pemuda dan Mahasiswa di Jakarta Media
Center (JMC) Jl Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2008).
Menurut Rama, seperti sudah diketahui PKS sudah menyiapkan 8 tokoh sebagai tokoh nasional. Sementara untuk calon presiden hanya ada tiga tokoh yang berpeluang
dicalonkan sebagai presiden, yaitu Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Ketua Umum DPP PKS
Tifatul Sembiring dan Sekjen DPP PKS Anis Matta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
menciptakan pemimpin nasional, bukan merekrutnya. "Kita kan partai kaderisasi," imbuhnya.
Rama menambahkan, proses pemilihan umum dan pemilihan presiden merupakan upaya
regenerasi kepemimpinan nasional. "Tidak hanya untuk level capres, tapi juga cawapres, menteri dan para pemimpin lokal di daerah," jelasnya.
Rama membantah bila penyiapan 8 tokoh sebagai upaya PKS keluar dari jajaran koalisi dengan pemerintahan SBY. "Tidak, tidak ada sinyal itu. Sinyal itu menjelang Pemilu atau setelah ada hasil pemilihan legislatif," ujarnya.
Rama juga mengatakan, langkah PKS ini bukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap SBY.
"Kalau kecewa, orang banyak kecewa bukan hanya PKS. Tapi yang penting ini upaya
kaderisasi," tandasnya lagi.
(zal/gah)











































