Ketua FPG: Duet JK-Sultan Dimungkinkan

Ketua FPG: Duet JK-Sultan Dimungkinkan

- detikNews
Rabu, 29 Okt 2008 20:24 WIB
Ketua FPG: Duet JK-Sultan Dimungkinkan
Jakarta - Kabar akan majunya JK mendampingi SBY dalam Pilpres 2009 makin santer terdengar. Namun bukan berarti itu satu-satunya opsi bagi Golkar. Duet JK-Sultan juga dimungkinkan.

"JK-Sultan dimungkinkan," kata Ketua FPG Priyo Budi Santoso saat ditemui usai rapat paripurna RUU Pilpres di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/10/2008).

Menurut Priyo, ada empat skenario yang teredia bagi Golkar. Pertama, meneruskan duet SBY-JK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Suara ini yang paling menguat sekarang," kata Priyo.

Opsi kedua, JK berduet dengan Sultan. Ketiga, Golkar berkoalisi dengan partai Islam. Keempat, Golkar berkoalisi dengan PDIP.

Menurut Priyo, baik JK maupun Sultan merupakan tokoh tingkat tinggi di Golkar. JK merupakan tokoh paling utama dari luar Jawa, sedang Sultan merupakan tokoh dari Jawa.

"Coba siapa tokoh di luar Jawa yang lebih hebat dari JK? Kalau di Timur ada JK, di Jawa ada Sultan," ucap priyo.

Namun lagi-lagi Priyo menegaskan, masalah koalisi dan pengajuan capres baru akan ditentukan setelah pemilu legislatif diselenggarakan.

Menanggapi Sultan yang bersedia dicalonkan sebagai presiden oleh Partai Republikan, Priyo mengatakan itu adalah hak pribadi Sultan. Dan FPDIP menghormatinya.

"Kita hormati lah hak pribadi Sultan," ucapnya.

Sedangkan menanggapi RUU Pilpres yang baru saja disahkan, Priyo memperkirakan dengan syarat dukungan 20 persen kursi atau 25 persen suara, nantinya hanya akan muncul 3-4 capres.

"Saya kira dengan angka itu kemungkinan 3, paling banyak 4. Tapi 4 susah," lanjutnya.
Β 
Dengan jumlah capres hanya 3, kata Priyo, maka sangat mungkin pemilihan presiden hanya dilangsungkan 1 kali putaran. Dan itulah yang diinginkan Golkar.

"Golkar menginginkan 1 putaran saja. Itu akan efisien karena akan menyelamatkan uang
negara Rp 1 triliun," terangnya. (sho/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads