Sultan: Maju Sebagai Capres Bukan Bangkitnya Feodalisme Lama

Sultan: Maju Sebagai Capres Bukan Bangkitnya Feodalisme Lama

- detikNews
Rabu, 29 Okt 2008 14:54 WIB
Sultan: Maju Sebagai Capres Bukan Bangkitnya Feodalisme Lama
Jakarta - Sri Sultan Hamengku Bowono X menolak anggapan tekatnya maju bertarung dalam Pilpres 2009 sebagai bangkitnya feodalisme lama. Sebab dirinya adalah produk setelah merdeka.

"Dilihat dari tindakan saya, saya ini produk setelah merdeka," kata Sri Sultan Hamengku Bowono X kepada wartawan sebelum memberikan kuliah umum di Auditorium Gedung C Fisip Unair, Jalan Dharmawangsa, Surbaya, Rabu (29/10/2008).

Dia juga mengungkapkan, Yogyakarta, provinsi yang dipimpinya adalah bagian dari Republik Indonesia. Ketika disinggung apakah dirinya akan dipecat dari Dewan Pembina Partai Golkar setelah deklarasi pencalonannya sebagai presiden, Sultan mengaku tidak ada aturan atau ketentuan untuk memecat dirinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada ketentuan," tandasnya.

Mengenai kendaraan yang akan dipakainya maju dalam pencalonanPresiden RI, Sultan mengaku kendaraan itu baru akan ditentukan setelah pemilu legislatif 2009 mendatang.

"Belum bicara itu. Kan baru dideklarasikan kemarin. Nanti akan timbul kristalisasi," ujarnya.

Munculnya banyak tokoh yang maju sebagai calon presiden 2009, Sultan mengaku tidak khawatir. Karena itu akan menguntungkan masyarakat untuk menentukan pilihannya.

"Saya kira tidak apa-apa terjadi kompetisi, kan yang diuntungkan masyarakat," jelasnya.

Mengenai kriteria calon wakil presiden yang akan mendampingi dirinya, Sultan menolak untuk membicarakan. "Akan terjadi persentase, koalisi atau tidak nanti akan bicara itu," kata Sultan. (bdh/nrl)


Berita Terkait