"Nanti sore, pesawatnya akan dilepas. Sayapnya akan dipreteli dimasukkan ke dalam kontainer untuk dibawa ke Pangkalan di Hanggar Halim Perdanakusuma," kata Ketua KNKT Tatang Kurniadi di lokasi kejadian, Rabu (29/10/20080).
Dikatakan dia, pesawat yang memiliki bobot 750 kg itu dikendarai oleh 2 siswa yakni Edo dan Nurhuda yang jam terbangnya masih terbatas.
"Baru 40 jam terbang. Untungnya, sang instruktur sudah berpengalaman kurang lebih 7 tahun. Sebelumnya, di Juanda Flying School di Surabaya. Instrukturnya yang punya inisiatif mendarat di jalan tol," papar Tatang.
Cessna yang mendarat darurat itu berisi 3 orang dan semuanya selamat. Pesawat itu milik Alfa Flying School, Halim. (aan/nrl)











































