Dalam maklumat itu kedua belah pihak sepakat untuk berbagi informasi atas hal-hal yang ingin diketahui untuk kepentingan audit, Pelaksana Fungsi Infososbud KBRI Moskow M. Aji Surya kepada detikcom melalui siaran pers Rabu (29/10/2008) pagi WIB.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua BPK dari kedua negara, Prof. Dr. Anwar Nasution dan S.V. Stepashin di kantor BPK Rusia, Moskow, pada Senin (27/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagaimana diketahui, Rosoboronexport atau sering disebut ROE adalah BUMN Rusia yang memiliki hak jual senjata dan turunannya ke luar negeri.
Berdasarkan Dekrit yang dikeluarkan oleh Presiden Putin tahun 1997, aneka pengembangan senjata dan penjualannya ke negara asing hanya bisa dilakukan melalui satu pintu yakni ROE. Di sisi lain, Departemen Pertahanan adalah wakil Pemerintah Indonesia yang memegang hak untuk pembelian aneka senjata bagi TNI.
Tujuan dari audit bersama ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh pelaksanaan kewajiban atas kontrak-kontrak yang sudah ditandatangani.
Adapun yang akan diaudit oleh kedua negara berdasarkan pengaturan dimaksud adalah semua kontrak dalam kerangka kerjasama militer dan teknik pada periode 2003-2007 yang mencakup antara lain pelaksanaan kontrak, pembayaran dari dana publik serta penggunaan properti negara.
Disebutkan juga bahwa dalam audit pararel, kedua belah pihak sepakat untuk bekerjasama dan menyediakan serta akan tukar menukar aneka informasi penting yang dibutuhkan, termasuk mengenai kontrak yang belum dilaksanakan. Di sisi lain, kegiatan bilateral tersebut harus tetap selaras dengan peraturan nasional yang berlaku di Indonesia dan Rusia.
Untuk kepentingan audit pararel, Indonesia telah menunjuk 4 auditor yang dipimpin oleh I Gusti Agung Rai, anggota BPK, sedangkan dari Rusia berjumlah 3 orang dipimpin oleh auditor Budagov P.L.
M. Aji Surya menambahkan, bahwa konsep awal audit pararel itu telah cukup lama dipersiapkan oleh BPK bersama BPK Rusia, lalu difinalisasi di Moskow dalam dua hari pertemuan oleh para auditor dari kedua belah pihak.
Tim Indonesia dipimpin oleh auditor utama Syafri Adnan Baharuddin, sedang Tim Rusia dipimpin oleh auditor utama Victor Kosourov.
(es/es)











































