"Deklarasi Sultan sebagai upaya pribadi untuk menjadi kandidat, sama halnya dengan Pilkada. Jadi sah-sah saja, kita tidak bisa menghalangi," kata Wasekjen DPP Partai Golkar, Rully Chairul Azwar, kepada detikcom, Selasa (29/10/2008).
Menurut dia, Partai Golkar telah sepakat akan menentukan capres cawapres setelah Pemilu Legislatif 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi jika Sultan maju menjadi capres dan diusung partai lain sekarang belum ada konsekuensinya. Sebab, belum ada proses penentuan capres dari Partai Golkar," lanjut Rully.
Sultan menyatakan diri siap menjadi capres pada 28 Oktober dalam acara Pisowanan Agung di Yogyakarta. Sultan didukung oleh salah satu organisasi pendiri Golkar, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), dan Partai Republika Nusantara guna bertarung menjadi RI 1. (aan/nrl)











































