"Target PKS memperbesar parlemen. Mereka tidak akan ngotot untuk kursi presiden, untuk posisi RI 1 mereka akan tahu diri," kata pengamat politik UGM Arie Sudjito saat berbincang melalui telepon, Rabu (29/10/2008).
Arie mengemukakan, di PKS muncul agenda besar tidak berkoalisi dengan PDIP. Apalagi target mereka hanya memperbesar parlemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Arie yang tengah menyusun tesis doktoral tentang PKS ini melihat basis konstituen dan masing-masing ideologi partai, koalisi sulit terwujud.
"Hidayat dan Megawati terlalu dipaksakan, ini tidak bagus untuk pendidikan politik jangka panjang. Bila itu terjadi, cara politiknya berpolitik elit, tidak membangun ideologi politik yang jelas," urainya.
Arie melanjutkan, apalagi PKS melihat secara realistis kalau masyarakat Indonesia masih merupakan floating mass, dan untuk soal presiden lebih memilih yang populer.
"Bila bicara Indonesia, Hidayat dan Mega kalau dipasangkan akan kalah. Dan dugaan saya PKS tidak akan berkoalisi dengan partai besar, mereka akan lebih memilih partai kecil untuk mengabsorsi," jelasnya.
Lalu bagaimana dengan PKS yang memunculkan 8 nama capres? "Itu agar tidak memunculkan kehebohan di dalam PKS. Perlu dicatat, PKS tidak bicara 2009, mereka lebih memilih menguasai parlemen," tandasnya. (ndr/nrl)










































