"Yang penting anak-anak selamat, sudah bisa senyum," ujar Priyo saat ditemui di sela-sela Acara lobi formal terakhir RUU Pilpres di Hotel santika, Jl Aipda KS Tubun, Slipi, Jakarta (28/10/2008).
Priyo menjelaskan saat itu pembantu membukakan rumah karena menyangka para perampok tersebut adalah teman Priyo. Apalagi ada yang berseragam polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Priyo menjelaskan saat itu dirinya baru saja mendarat di Bandara Soekarno Hatta setelah kembali dari Surabaya. Ia menjelaskan saat itu ada 2 orang sopir, istrinya, anak-anak serta pembantunya.
Lalu apa saja yang hilang?
"Untung yang sangat berharga sudah saya simpan ke tempat lain, yaa perhiasan nyonya," ujar Priyo sambil menyebutkan angka, namun ia meminta jumlahnya dirahasiakan.
(rdf/ndr)











































