Anggota DPR Duga BPOM & Depkes Ada 'Main' dengan Importir

Pemusnahan Produk Bermelamin

Anggota DPR Duga BPOM & Depkes Ada 'Main' dengan Importir

- detikNews
Selasa, 28 Okt 2008 17:34 WIB
Anggota DPR Duga BPOM & Depkes Ada Main dengan Importir
Jakarta - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Departemen Kesehatan (Depkes) yang tiba-tiba membatalkan pemusnahan 12 truk produk impor bermelamin Senin 27 Oktober 2008 kemarin, telah memusnahkan pada hari yang sama pukul 24.00 WIB tanpa publikasi. Ada dugaan main mata antara Depkes, BPOM dan importir produk makanan itu.

Dugaan permainan itu bisa dilihat dari lolosnya produk-produk berbahaya itu ke masyarakat.

"Karena tidak ditransparankan, saya menduga ada permainan dengan importir yang membawa produk-produk berbahaya itu," kata anggota Komisi IX DPR RI Chairul Anwar dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) ketika dihubungi detikcom, Selasa (28/10/2008).

Kasus yang sudah muncul di arena publik, imbuhnya seharusnya publik berhak mengetahuinya, jangan ditutupi. Apalagi ini merupakan barang publik yang dikonsumsi dan digunakan publik sehari-hari yang menyebabkan keracunan pada bayi dan bisa merusak kesehatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pengujian zat berbahaya yang terkandung dalam obat dan makanan, Chairul menambahkan, sebaiknya BPOM dan Depkes dalam bisa menggunakan analisa kualitatif sebelum selanjutnya menggunakan analisa kuantitatif. Kedua analisa itu bisa memperkecil resiko lolosnya lagi produk yang bisa merusak kesehatan.

Senin 27 Oktober 2008 kemarin siang, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan pemusnahan 12 truk produk makanan impor yang mengandung melamin di Kantor BPOM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat dibatalkan. Menkes enggan mengatakan alasan pembatalan itu.

Menkes hanya mengatakan pemusnahan itu tidak diizinkan untuk dipublikasikan. Yang tidak mengizinkan, "Dari atasan saya," kata Menkes.

Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib mengatakan ke-12 truk produk makanan impor bermelamin itu sudah dibakar Senin pukul 24.00 WIB di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

"Prosesnya dibakar dari jam 12 malam sampai jam 5 tadi pagi. Ada 478.256 bungkus makanan yang terdiri dari 15 jenis produk. Detailnya dari 15 jenis itu saya lupa," kata Husniah. (ron/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads