"DKI tidak akan pernah bebas banjir, meski Banjir Kanal Timur (BKT) sudah selesai pun tetap akan ada banjir dari BKT itu. Kalau dikatakan Jakarta bebas banjir itu bohong," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane, Subandrio, di kantornya, Jl Inspeksi Saluran, Kalimalang, Jakarta Timur, Selasa (28/10/2008).
Menurut Subandrio, hampir 40 persen wilayah Jakarta lebih rendah dari permukaan air laut. Namun, dia mengatakan semua wilayah Jakarta rawanΒ banjir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jakarta, jelas Subandrio, mempunyai kondisi alam tropis sehingga curah hujannya cukup tinggi. Banjir akan terjadi karena tak tertampungnya air hujan yang turun secara terus-menerus. Β
"Sungai-sungainya banyak yang meander (berkelok-kelok). Kemudian adanya penurunan tanah. Ditambah lagi sekarang ada fenomena pemanasan global, air menjadi naik," kata dia.
Sedangkan permasalahan banjir, lanjut Subandrio, seperti tata ruang yang tidak mendukung. Penduduk Jakarta masih membuang sampah dengan sembarangan.
Danau-danau yang banyak dibangun di zaman Belanda kini telah berubah fungsi menjadi pemukiman. Tidak sedikit pula yang tinggal di bantaran sungai.
"Penanggulangannya dari hulu air sudah kita tahan, di tengah kita melestarikan situ-situ (danau). Di hilir air secepatnya kita alirkan ke laut, dengan pompa-pompa kemudian dengan BKT-BKB," pungkasnya. (irw/nrl)











































