Harus 'Perang' Dulu untuk Dapat Harga Miring di China

Laporan dari China

Harus 'Perang' Dulu untuk Dapat Harga Miring di China

- detikNews
Selasa, 28 Okt 2008 12:25 WIB
Harus Perang Dulu untuk Dapat Harga Miring di China
Beijing - Hati-hati berbelanja di China. Jika kita tidak bisa menawar, kita akan menyesal seumur hidup. Bayangkan, barang yang harusnya dibeli dengan harga Rp 100 ribu ditawarkan dengan harga Rp 2 juta. Wow!!!

Untuk mendapatkan harga yang miring pun, kita juga harus perang mulut dengan penjual. Jika sang penjual marah, tak tanggung-tanggung kita langsung diusir dengan tidak hormat.

Itulah yang kami alami saat berbelanja di Silk Market yang terletak di pusat Kota Beijing, China. Karena kita menawar terlalu rendah, sang penjual pun naik pitam dan mengusir kita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pergi sana, pergi sana," ujar salah seorang penjual di lantai dua Silk Market yang memang menjadi pusat belanja turis asing di China, saat para wartawan Indonesia menawar barang dengan harga yang sangat murah.

"Kita memang harus menawar dengan harga terendah, karena mereka juga punya itikad buruk dengan menjual barang dengan harga terlalu tinggi," ujar salah seorang teman wartawan.

Akhirnya, waktu satu jam yang diberikan kepada kita untuk berbelanja pun kebanyakan hanya kita habiskan dengan adu mulut dengan penjual.

Jika kita sudah menawar dan tidak jadi membeli barang yang kita tawar, kita pun akan dikejar ke mana pun kita pergi. Sempat salah seorang wartawan membatalkan transaksinya dan dia sudah meninggalkan kios tersebut kurang lebih 50 meter, ternyata sang penjual mengejar dan tetap minta transaksi dilanjutkan.

Begitulah, susahnya perjuangan untuk bertransaksi di China. Namun kita bisa mengakalinya dengan mencoba ramah dan sok akrab dengan si penjual. Apalagi, kalau penjualnya lawan jenis. Kita bisa ngobrol ngalor ngidul dulu sebelum transaksi.

Setelah akrab, kita pun tidak sungkan-sungkan untuk menawar dengan
harga yang sangat murah.

"Waduh, aku amsih trauma dikejar-kejar penjual. Nggak mau lagi deh belanja di sini. Mending ke tempat lain yang harganya fix," ujar salah seorang wartawan Indonesia yang ngos-ngosan karena habis dikejar-kejar penjual.

Tidak sampai di situ saja ulah pedagang China yang menyebalkan. Saat kita sudah deal harga dan membayar dengan jumlah yang ditentukan, mereka meminta kenang-kenangan dari kita.

Entah itu pin bendera merah putih yang kita pakai, atau pun uang rupiah yang kita bawa.

"Kita sudah punya uang itu. Kita minta yang lain untuk koleksi," ujar salah satu penjual saat kita memberi uang kertas Rp 1.000.

Usut punya usut, ternyata uang asing yang mereka kumpulkan nantinya mereka tukarkan ke mata uang Yuan. Jadi mereka tidak mau diberi uang yang nilainya kecil. (anw/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads