"Kami terlambat memberikan bantuan obat-obatan dan tenaga medis, karena masalah transportasi. Sudah 14 warga meninggal dunia,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Tual, dr Betty Zoebaidah, kepada wartawan di Tual, Selasa (28/10/2208).
Dikatakan, sebenarnya ada beberapa tenaga perawat di Pulau Kur. Tapi karena minimnya obat-obatan, kendala transportasi dan komunikasi, membuat korban meninggal bertambah. Guna mengantisipasi semakin bertambahnya korban jiwa, pihaknya saat ini sudah mengirimkan lima tenaga dokter dan puluhan perawat ke Pulau Kur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Betty, kondisi kesehatan lingkungan di Pulau Kur sangat buruk. Kurangnya kesadaran warga membuang sampah pada tempatnya, penggunaan sumur air minum dan mandi yang disatukan, serta kebiasaan warga meminum air yang belum dimasak, menjadi penyebab berjangkitnya wabah diare.
Hingga kini, lanjut Betty, pihaknya masih terus melakukan pengobatan terhadap para warga yang terserang diare.
(han/djo)










































