"Saya polisi dari Narkoba Polda Metro Jaya. Jangan ada yang melawan kalau ada yang melawan saya tembak," kata salah seorang kuli bangunan yang sedang membangun rumah Priyo, Tino menirukan ucapan salah satu perampok di tempat kejadian perkara (TKP), Jl Cenderawasih Mas IV No A6/5 kepada detikcom, Selasa (28/10/2008).
Tino mengatakan, delapan perampok kemudian menyekap enam pekerja bangunan termasuk dirinya. Keenamnya pun dimasukkan ke kamar mandi rumah. Namun karena tidak cukup memuat enam korban, para perampok menyuruh keenam korban ke lantai atas dengan menodongkan pistol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lantai atas, lanjut Tino, tangan korban diikat ke belakang dan masing-masing mulut korban disumpal. Delapan perampok tersebut tidak ada yang memakai topeng.
"Dua orang memakai safari coklat dengan badan tegap. Satu lagi menggunakan sweater dan bertopi serta lainnya dengan badan yang biasa," imbuhnya.
Kurang lebih 15 menit menggasak rumah yang sedang direnovasi itu, pelaku langsung pindah ke rumah kediaman Priyo Budi Santoso lainnya yang tepat berada di sebelah.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga. 3 mobil mewah milik Priyo masih bertengger di garasi yakni Volvo dinas DPR B 966 PB, Nissan Cartipo B 2266 PB, dan sebuah mobil mewah yang ditutup kain. (gus/nwk)











































