"Nggak nyangka aja Sri Yeti berani membunuh Hendra. Mereka memang sering cekcok, tapi Yeti itu sayang banget sama Hendra," kata seorang tetangga Hendra dan Yeti di Kotabumi, Tengerang yang enggan disebut namanya.
Hal itu diceritakan pria yang sama-sama tinggal di rumah kontrakan seharga Rp 150 ribu per bulan itu ketika detikcom berkunjung ke tempat tinggal Hendra, Senin 927/10/2008) malam. Kini, rumah kontrakan mungil itu telah diberi garis batas polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui sebelumnya, potongan tubuh Hendra ditemukan oleh kernet bus Mayasari Bakti terbungkus dua tas plastik. Namun hingga kini, kepala korban belum ditemukan. (ken/ken)











































