Pembatalan Pemusnahan Produk Bermelamin Preseden Buruk

Pembatalan Pemusnahan Produk Bermelamin Preseden Buruk

- detikNews
Senin, 27 Okt 2008 15:18 WIB
Pembatalan Pemusnahan Produk Bermelamin Preseden Buruk
Jakarta - Pembatalan pemusnahan makanan impor bermelamin secara mendadak dinilai preseden buruk. Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari tidak strategis dalam mengambil keputusan.

"Nah kalau saya melihat ini merupakan preseden buruk terhadap suatu hal yang tidak direncanakan dengan matang. Kita ikut bertanya-tanya, bukankah sebuah pekerjaan harus direncanakan dengan baik? Kita kecewa ada peristiwa itu," ujar anggota Komisi XI (Kesehatan) DPR Zuber Safawi.

Hal itu disampaikan Zuber ketika dihubungi detikcom, Senin (27/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai pembatalan pemusnahan produk pangan bermelamin, yang bertepatan dengan kepulangan Presiden SBY dari negara tirai bambu, Zuber mengatakan hal itu bisa saja terjadi.

"Ini pasti berkait dengan luar negeri, mungkin dikhawatirkan bisa menyulitkan langkah Indonesia dalam bekerja sama setelah pertemuan kepala negara. Mestinya hal ini bisa dipikirkan jauh-jauh hari, langkah yang diambil Bu Menkes tidak strategis," ujar politisi asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) ini.

Seharusnya, imbuh dia, Menkes bisa mengatur pemusnahan itu 2 minggu atau beberapa minggu setelah kepulangan Presiden SBY dari China.

Karena sudah telanjur memberitahu kepada publik mengenai pemusnahan itu, maka Menkes harus memberitahukan nasib akhir 12 truk produk bermelamin itu.

"Publik harus tahu itu dimusnahkan atau tidak. Bolehlah mencari waktu yang tepat. Publik harus tahu karena kalau tidak publik akan bertanya-tanya, apa benar itu dimusnahkan?" tandas Zuber. (nwk/nrl)


Berita Terkait